Product

G-GRIT

Grouwell Academic Grit mengukur konsistensi minat individu untuk terus mengembangkan diri dan meraih prestasi dalam rangka mencapai tujuan, baik jangka pendek maupun jangka panjang. Asesmen ini merupakan self-inventory yang dikembangkan dengan mengacu ke teori Grit dari Duckworth (2007), serta teori Growth Mindset dari Dweck (2006).

15 Menit
12 - 18 Tahun
Online-based
petik

Kesuksesan akademik tidak hanya ditentukan oleh kemampuan, tetapi juga oleh kemauan untuk terus belajar, ketahanan menghadapi kegagalan, dan keberanian untuk terus melangkah menuju keberhasilan.

petik2


APA SAJA YANG DIUKUR OLEH G-GRIT?

PASSION

05 passion

Rasa suka secara berkelanjutan terhadap aktivitas tertentu, yang membuatnya secara sukarela mau menghabiskan waktu dan energi yang besar untuk melakukannya, hingga aktivitas tersebut menjadi bagian dari identitas mereka

 

GROWTH MINDSET

06 growth mindset

Pola pikir yang mempercayai bahwa kecerdasan dapat terus dikembangkan melalui usaha dan ketekunan.

 

SELF CONTROL

07 self control

Kemampuan seseorang dalam mengendalikan reaksinya terhadap suatu stimulus, baik secara fisik maupun emosional, menunda kesenangan instan, dan menghentikan perilaku impulsif dengan tujuan untuk mengurangi gangguan yang disebabkan oleh stimulus tersebut.


Ketiga aspek ini bekerja secara sinergis dalam membentuk academic grit, sehingga siswa mampu mempertahankan motivasi, melewati tantangan, dan mencapai tujuan belajar yang berkelanjutan.


Manfaat memiliki G-GRIT

murid

Di Dunia Akademik Bagi Siswa

08 gigih

Gigih dan Pantang Menyerah

Tetap konsisten dan tekun dalam belajar, bahkan ketika menghadapi tugas berat, ujian sulit, atau hasil yang belum memuaskan.

 

09 karakter tangguh

Membentuk Karakter Tangguh

Grit membentuk karakter yang kuat karena rasa percaya diri hadir dalam usaha mencapai prestasi. Hasil yang belum sempurna dianggap sebagai bagian dari proses belajar.

 

09a prestasi

Prestasi yang Meningkat

Grit dapat meningkatkan peluang meraih prestasi akademik yang cemerlang karena membuat seseorang lebih fokus, disiplin, dan pantang menyerah dalam proses belajar.

 

 

office

Keunggulan di Masa Depan dan Dunia Kerja Bagi Individu

10 keunggulan kompetitif

Keunggulan Kompetitif di Dunia Kerja

Individu yang terbiasa mengelola tantangan sejak di bangku sekolah akan lebih mampu menjaga fokus, tekun, dan siap menghadapi tekanan ketika dituntut mencapai target tinggi ataupun bekerja dalam dinamika tim.

 

11 mental bertumbuh

Mental Bertumbuh, Karier Berlanjut

Individu dengan grit tinggi memiliki kesiapan mental untuk menjalani proses pengembangan karier yang panjang dan penuh tantangan dan tidak terjebak pada keinginan untuk meraih hasil instan.

 

12 job hopper

Bukan Sekadar Job-Hopper

Grit membuat individu tetap bertahan saat menghadapi tekanan dan tidak menjadi “kutu loncat” yang cepat menyerah atau keluar saat menghadapi kesulitan. Dalam perspektif dunia kerja, HR cenderung menilai job-hopper sebagai pribadi yang kurang stabil dan tidak tahan tekanan.

 
 

 

LANDASAN TEORI

G-GRIT, atau Grouwell Academic Grit, merupakan alat ukur yang dirancang untuk mengukur tiga aspek penting yang berkontribusi terhadap keberhasilan akademik siswa, yaitu Passion (Konsistensi Minat), Self-Control (Kendali Diri), dan Growth Mindset (Mentalitas Pertumbuhan). Ketiga aspek ini sangat penting dalam mencapai tujuan jangka panjang di bidang akademik, meskipun menghadapi berbagai tantangan. Landasan teori G-GRIT mengacu pada konsep GRIT secara umum dari Duckworth (2016) dan teori Growth Mindset dari Dweck (2006).

 

VALIDITAS - RELIABILITAS

Validitas dan Reliabilitas G-GRIT diuji menggunakan Confirmatory Factor Analysis (CFA), Uji Konsistensi Antar Butir / Reliabilitas, dan Uji Korelasi Antar Tes.

  • CFA digunakan untuk memverifikasi kesesuaian struktur faktor dengan memastikan bahwa G-GRIT dapat secara akurat mengukur tiga dimensi yang diangkat dalam alat ukur ini.
  • Uji Konsistensi Antar Butir dilakukan dengan Cronbach’s Alpha, untuk memastikan konsistensi internal tes dengan mengukur keterkaitan antar item.
  • Uji Korelasi Antar Test dilakukan untuk memastikan G-GRIT memiliki kesesuaian dengan instrumen lain yang mengukur hal serupa dan telah terbukti valid, sehingga hasil pengukuran dapat diandalkan dan layak digunakan.

Hasil analisis CFA, uji reliabilitas, dan korelasi pada ketiga dimensi G-GRIT menunjukkan hasil yang sangat baik, dengan rincian sebagai berikut:

MetodePassionSelf-controlGrowth Mindset
Reliabilitas Alpha Cronbach 0.713 0.78 0.714
Rentang CITC 0.301 - 0.512 0.462 - 0.619 0.409 - 0.656
CFA p-value 0.259 0.389 0.07
RMSEA 0 0.33 0
GFI 0.999 0.999 0.996
CFI 0.997 0.99 0.997
Korelasi Short Grit Scale - Consistency of Interest 0.442 0.539 0.487
Short Grit Scale - Perseverance of Effort 0.499 0.374 0.328

PEMBUKTIAN ILMIAH

Proses pengembangan G-GRIT dimulai dengan mempelajari konsep dasar grit dari Angela Duckworth, yang menggabungkan dua elemen utama: ketekunan dan hasrat untuk mencapai tujuan jangka panjang. Selanjutnya, dilakukan penelusuran literatur terkait academic grit, yang menunjukkan bahwa rendahnya tingkat ketekunan berkontribusi pada menurunnya pencapaian akademik serta meningkatnya kecenderungan siswa melakukan kecurangan dalam proses belajar.

Dari kajian lanjutan terhadap faktor-faktor yang memengaruhi grit, ditemukan dua dimensi tambahan yang relevan dan signifikan: self-control dan growth mindset. Hasil kajian menunjukkan bahwa kedua dimensi ini memiliki peran besar dalam menurunkan tingkat kecurangan akademik serta memperkuat kegigihan siswa dalam menghadapi tantangan. Oleh karena itu, keduanya diintegrasikan ke dalam rancangan G-GRIT bersama dimensi passion, untuk menciptakan alat ukur yang lebih komprehensif dan kontekstual dalam menilai ketekunan akademik pelajar.

Untuk memastikan reliabilitas dan validitas G-GRIT, proses uji coba dan validasi dilakukan dengan melibatkan lebih dari 400 partisipan. Data yang diperoleh digunakan untuk menyusun norma kelompok yang menjadi dasar interpretasi hasil pengukuran.

Norma ini akan dikalibrasi dan diperbarui setiap tahun, guna menjamin bahwa G-GRIT tetap relevan, akurat, dan sesuai dengan dinamika perkembangan kondisi siswa dari waktu ke waktu.