PEMBUKTIAN ILMIAH
Proses pengembangan G-GRIT dimulai dengan mempelajari konsep dasar grit dari Angela Duckworth, yang menggabungkan dua elemen utama: ketekunan dan hasrat untuk mencapai tujuan jangka panjang. Selanjutnya, dilakukan penelusuran literatur terkait academic grit, yang menunjukkan bahwa rendahnya tingkat ketekunan berkontribusi pada menurunnya pencapaian akademik serta meningkatnya kecenderungan siswa melakukan kecurangan dalam proses belajar.
Dari kajian lanjutan terhadap faktor-faktor yang memengaruhi grit, ditemukan dua dimensi tambahan yang relevan dan signifikan: self-control dan growth mindset. Hasil kajian menunjukkan bahwa kedua dimensi ini memiliki peran besar dalam menurunkan tingkat kecurangan akademik serta memperkuat kegigihan siswa dalam menghadapi tantangan. Oleh karena itu, keduanya diintegrasikan ke dalam rancangan G-GRIT bersama dimensi passion, untuk menciptakan alat ukur yang lebih komprehensif dan kontekstual dalam menilai ketekunan akademik pelajar.
Untuk memastikan reliabilitas dan validitas G-GRIT, proses uji coba dan validasi dilakukan dengan melibatkan lebih dari 400 partisipan. Data yang diperoleh digunakan untuk menyusun norma kelompok yang menjadi dasar interpretasi hasil pengukuran.
Norma ini akan dikalibrasi dan diperbarui setiap tahun, guna menjamin bahwa G-GRIT tetap relevan, akurat, dan sesuai dengan dinamika perkembangan kondisi siswa dari waktu ke waktu.
|